Argumen Ruang Cina
Chinese Room argument
Ringkasan Singkat
Argumen Ruang Cina adalah argumen filosofis yang mengklaim bahwa komputer atau sistem pemrosesan simbol hanya dapat menerima dan menghasilkan aliran sintaksis tanda yang terurut, bukan informasi semantik, menantang kesimpulan tentang signifikansi lulus uji Turing.
Argumen Ruang Cina adalah sebuah argumen filosofis yang diajukan oleh filsuf AS John R. Searle (1932– ) yang mengklaim bahwa komputer atau sistem pemrosesan simbol hanya dapat menerima dan menghasilkan aliran sintaksis tanda-tanda yang terurut, tetapi tidak dapat memahami informasi semantik (makna). Nama ini berasal dari sebuah eksperimen pikiran di mana seorang penutur bahasa Inggris monolingual di sebuah ruangan tertutup mencoba mengatur aliran karakter Cina menjadi urutan yang benar, hanya menggunakan seperangkat aturan sintaksis Cina yang disediakan oleh program komputer, dan mengirimkan urutan ini kepada penerima yang berbicara bahasa Cina di luar ruangan.
Keberhasilan dalam tugas ini menghasilkan pertukaran yang bagi penerima adalah percakapan yang bermakna, tetapi bagi penutur bahasa Inggris hanyalah latihan dalam menguasai sintaksis Cina; seperti program komputer yang menghasilkan instruksi sintaksis, penutur bahasa Inggris masih tidak memiliki pemahaman tentang makna bahasa Cina. Argumen Ruang Cina dimaksudkan sebagai tantangan terhadap kesimpulan tentang signifikansi lulus uji Turing: Program komputer yang berhasil mensimulasikan data cerdas (seperti aturan sintaksis) akan lulus uji ini, tetapi simulasi semacam itu tidak sama dengan kecerdasan dan pemikiran manusia yang sebenarnya.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Searle, J. R. (1980). Minds, brains, and programs. Behavioral and Brain Sciences, 3(3), 417-457.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.